Curahan Hatee
|
Kini ada kehidupan barudidalam janinmu
Yaa zaujatiy, ingatkah beberapa bulan yang lalu ketika ada ‘seorang pemuda’ yang mendatangi Orangtuamu tuk meminta dirimu menjadi pendamping hidupnya. Singkat cerita, engkaupun mengiyakan pinangannya melalui lisan walimu, kemudian mitsaqon ghaliza dilangsungkan. Yaa zaujatiy, kini kita telah hidup bersama, makan bersama, bercengkrama bersama, membaca Al-Qur’an bersama, pergi menuntut ilmu bersama, dengan hari-hari yang kita lalui bersama itu insya Allah akan bernilai pahala disisi Allah ta’ala. Tsumma, pada satu waktu engkau mengeluhkan, keluhan yang belum pernah kutemui didalam dirimu sebelumnya. ternyata ada kehidupan baru didalam janinmu, laa haula wa laa quwwata illa billah. Zaujatiy, selayaknya kita menjaga amanah yang diberikan Allah ta’ala kepada kita dengan baik. Sebagaimana Allah katakan didalam Kitab-Nya yang mulia : “Barangsiapa yang menjaga kehidupan satu jiwa, maka seakan-akan ia menjaga kehidupan seluruh manusia.” (al-Maidah: 32)
Alakhir, semoga Allah ta’ala memberikan Keberkahan dalam rumahtangga kita, amin.
Jakarta, 02 Rabi’ul Awwal 1431 H Zawjuki
Syair untuk Bidadari
Yang dikaruniai sorot mata tajam nan bening
membuat ku tertunduk untuk melihat yang bukan haknya..
Yang dikaruniai senyuman indah
sehingga jika tersenyum menggetarkan diri ini untuk selalu tulus beramal..
Yang dikaruniai paras yang elok
yang menjadikan ku kagum akan Kebesaran-Nya..
Yang hatinya bersinar bak berlian putih
yang mengisyaratkan hati & mulutku untuk berdzikir pada-Mu
Duhai Allah..
Pantaskah diri ini, berharap & mendapatkan dia, seorang Bidadari..
Sungguh, sungguh malu rasanya memang,,, berharap pun aku tak pantas.
Atas khilaf yang lagi dan lagi terulangi, atas amal yang mungkin jauh dari Ridhomu,
Illahi…..tuntun hamba, ingatkan selalu untuk senatiasa menjaga & memperbaiki diri,
meningkatkan keimanan dan senantiasa dilembutkan hatinya.
Jadikan hamba menjadi bagian dari si pemilik mata bening,berkulit kristal & berhati lembut selembut sutera itu.
Aamin Allahumma aamiin..
Jakarta, 17 Syawal 1430 H/ 06 Oktober 2009 oleh : Abu Luqman Irham Zulfi Alkatiry
Abu LuQman kunyahQuPelajaran berharga dari Kisah Luqman Al-Hakim
Sebagai seorang Muslim tentu kita sudah mengetahui secara ma’ruf Kisah Luqman Al-Hakim. Terlebih kisahnya telah termaktub di dalam Al-Qur’an yang mulia. Manusia yang hidup sebelum Zaman Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, manusia yang telah Alloh berikan Hikmah kepadanya, hal itu tercantum didalam Al-Qur’an Surat Luqman : 12
“Dan Sesungguhnya Telah kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: Bersyukurlah kepada Allah dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji
Na’am, kemudian didalam Surat yang sama (Surat Luqman) diayat yang lain terdapat beberapa kisah Luqman yang dapat kita jadikan Pelajaran berharga. Salah satu kisahnya adalah ketika Luqman sedang menasehati anaknya yang masih kecil tentang Muroqobatulloh (merasa diawasi oleh Alloh) melalui sebuah perumpamaan, yaitu :
“(Luqman berkata): “Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus, lagi Maha Mengetahui.” (Qs.32 : 16)
Disini Luqman ingin memberikan Prinsip hidup yang sangat berharga kepada anaknya yaitu bahwa Sekecil apapun yang ada difikiran manusia pasti Allah Maha Mengetahui dan Maha Memahami.
Dari Nasehat tersebut mengandung 3 (tiga) konsekuensi yaitu :
1. Bertaqwalah kepada Alloh dimanapun kalian berada. 2. Ikhlas, tidak terikat dimensi ruang dan waktu 3. Bergaulah kepada manusia dengan akhlak yang baik
Na’am, demikianlah sekelumit kisah tentang Luqman Al Hakim, dengan yang sedikit ini insya Alloh kita dapat mengambil ibrohnya. Wallohu a’lam. . .
jakarta,10 Ramadhan 1430H/ 31 agustus 2009 oleh : Abu LuQman Irham Zulfi Al-katiry
Ana Uhibbuka Fillah Yaa Amiyteruntuk Ustadzuna ….. yang kucintai karna Alloh ta’ala
Sungguh perjuanganmu didalam dakwah ini sangat berat
Ananda tau itu,,
Berapa banyak keluarga kita yang menolak Dakwah ini
Betapa banyak tetangga kita yang menentang Jalan yang Mulia ini
Belum lagi banyaknya cibiran dan cemo’ohan orang-orang yang benci kepada jalan ini yang ditujukan kepada antum yaa ustadz
Anandapun tau,,
Antum mengatakan kepada ananda,
Cintailah Alloh dengan mentauhidkan-Nya!
Antum juga mengatakan kepada ananda,
Cintailah Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam dan ber I’tiba kepadanya dengan mengikuti pemahaman para sahabatnya Ridwanullohi ‘alaihim jamii’an
Antum menyampaikan ini Tauhid, itu Syirik, ini Sunnah, itu Bid’ah!
Antum qultum kadza wa kadza yaa ustadz,,
Dari mulai awal ana memutuskan untuk hijrah dan memilih Jalan yang Mulia ini
Sampai Fajar tadi, Masjid kita kedatangan orang-orang Tablighi yang sedang khuruj
Antum terus mendakwahi ananda,,
Jazakumullohu khoyron yaa ustadz,,
Ananda berharap, insya Alloh tulisan ini bukan wujud taqlid ananda kepada antum,
Tapi karena ananda mencintaimu karena Alloh
Ananda mencintaimu karena ‘ilmu yang dititipkan Alloh kepada antum
Semoga Alloh memberkahi ‘ilmu antum
Ana uhibbuka fillah yaa amiy,,
jakarta, 20 sya’ban 1430H/ 11 agustus 2009 oleh : Abu Luqman Irham Zulfi Al-katiry |

















ustadz siapa akh namanya ??