Arsip

Archive for the ‘Hukum Islam’ Category

Hukum Menjadi PNS

Assalamu’alaikumu ‘alaikum

[1] Saya ingin bertanya kepada redaksi Al Furqon sebagai berikut:
Bagaimana hukum bekerja sebagai pegawai negeri, karena sumber dana pemerintah selain dari dana halal juga dari dana yang tidak jelas seperti pariwisata, pajak? Apakah ada perincian lagi, kalau instasi pajak atau pariwisata tidak boleh tapi instasi lain boleh? Apakah kita termasuk wala’ (loyalitas –red) kepada taghut jika kita bekerja di sana?
[2] Apakah ikhtilat (campur baur lawan jenis –red) di tempat kerja dapat dikatakan darurat karena hampir di semua tempat kita sulit menghindarinya?

Jawab:

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullahi wa Barakatuh.

Jawaban: [1]
Dalam soal pertama ini ada tiga permasalahan penting yang membutuhkan keterangan yang jelas, apalagi pada zaman sekarang, dimana mayoritas manusia begitu ambisi mengejar dunia dan acuh terhadap hukum-hukum agama sehingga tidak memperdulikan lagi apakah pekerjaan yang dia geluti selama ini diridhai oleh Allah ataukah tidak. Kita memohon kepada Allah bimbingan dan petunjuk untuk menjawab masalah penting ini dengan jawaban yang diridhai-Nya dan memberikan rizki yang halal kepada kita serta menjauhkan kita semua dari rizki yang haram. Amiin. Baca selanjutnya…

Iklan

Menjawab Telepon ketika shalat

MENJAWAB TELEPON KETIKA SHALAT

Lajnah Daaimah ditanya:

“Sebagian kaum muslimin mengerjakan salah satu shalat di rumahnya, tiba- tiba telepon berdering, dan deringan ini menyibukkan mereka dalam waktu yang lama. Apakah dibolehkan dalam kondisi seperti ini seseorang yang shalat maju atau mundur untuk mengangkat telepon dan dia bertakbir atau mengangkat suaranya ketika membaca bacaannya agar yang menelepon mengetahui bahwa dia sedang shalat, diqiyaskan kepada bolehnya orang yang shalat membuka pintu atau mengangkat suaranya kepada yang bertamu? Baca selanjutnya…

Goresan Nasehat Untuk Wanita Karir

17/03/2010 2 komentar

Fenomena wanita berkarir sebenarmya bukanlah fenomena yang baru muncul kemarin sore, melainkan sejak zaman awal diciptakannya manusia. Hanya cara dan istilahnya yang berbeda pada masing masing zaman. Dan hal yang perlu diperhatikan oleh kita semua khususnya para Muslimah terkait fenomena tersebut adalah tentang bagaimana cara wanita berkarir dalam pandangan Islam. Apa–apa saja yang diperbolehkan dan dilarang dalam Islam terkait wanita berkarir.

Gejolak tentang karir wanita dan wanita karir dewasa ini semakin hangat, juga di negara Indonesia yang kita cintai ini. Banyak kalangan yang serius mencurahkan perhatiannya akan masalah ini, termasuk juga komunitas yang menamakan diri mereka kaum Feminis dan pemerhati wanita.

Mereka sering mengusung tema “pengungkungan” Islam terhadap wanita dan mempromosikan motto emansipasi dan persamaan hak di segala bidang tanpa terkecuali atau lebih dikenal dengan sebutan kesetaraan gender. Banyak wanita muslimah terkecoh olehnya, terutama mereka yang tidak memiliki basic ilmu pemahaman keagamaan yang kuat dan memadai.

Semoga tulisan ini menggugah wanita-wanita muslimah untuk kembali kepada fithrah mereka dan memahami hak dan kewajiban Allah atas dirinya . Amîn. Baca selanjutnya…

Tabligh Akbar & Bedah Buku Untukmu anak shalih

05/03/2010 1 komentar

Anak shalih adalah simpanan berharga yang bisa mengangkat derajat kedua orang tuanya di surga, tempat menunggu ajal paling aman saat usia senja, tempat berteduh dan berkeluh kesah saat tubuh mulai renta, tempat berbagi duka dikala nestapa dan tempat menaruh harapan hidup paling tepat setelah Alloh ‘azza wa jalla. Karena anak shalih pasti akan mencurahkan pikiran, tenaga, harta dan waktu untuk merawat dan menjaga secara maksimal selagi hayat masih dikandung badan.

HADIRILAH…


TABLIGH AKBAR & BEDAH BUKU


“UNTUKMU ANAK SHALIH”


Pembicara : Ustadz Zaenal Abidin, Lc.- Hafidzahulloh-

Waktu : Ahad,  7 Maret 2010 / Pukul 09.00 – Dzuhur

Tempat : Masjid Raya Al-Barkah Bekasi

(dekat POLRES BEKASI)

* Terbuka Untuk Umum

* GRATIS

SUmber

Haramnya Memakan Daging Biawak : Bukankah Ada Hadits yang berbunyi : “Makanlah oleh kalian, karena sesungguhnya daging ini halal, Akan tetapi bukan dari makananku”..??

02/03/2010 4 komentar

Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahirrabil ‘alamin, semoga shalawat dan salam senantiasa terus dilimpahkan kepada Nabi terakhir, Muhammad bin Abdillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, amma ba’du.

Telah menjadi sesuatu yang lumrah ketika seorang Indonesia mengartikan Dhabb (الضَبُّ ) dengan kata biyawak, baik itu dalam buku terjemahan, artikel, majalah, ataupun bentuk-bentuk media tulis lainnya. Padahal ini merupakan kekeliruan yang sangat fatal, yang nantinya berakibat pada penghalalan daging biyawak itu sendiri. Hal tersebut telah diakui oleh kita sebagai Ahlus Sunnah wal Jama’ah, bahwasanya penghalalan sesuatu yang Allah dan Rasul Nya haramkan atau sebaliknya, merupakan salah satu bentuk dari praktek kekufuran. Baca selanjutnya…

Suami Saya Seorang Hakim, Halalkah Nafkahnya?

Ustadz, halalkah nafkah yang saya dapatkan dari suami yang bekerja sebagai Hakim Pengadilan Negeri, dimana hukum yang ada sekarang bukanlah hukum Islam? Dan standar utk memberikan putusan juga bukan/tidak berdasarkan ada hukum Islam? sedangkan kita sebagai muslim dituntut untuk memutuskan perkara berdasarkan hukum Islam? Dan bagaimana hukum dari bekerja sebagai Hakim itu sendiri? Mohon disertakan dengan dalil-dalilnya ustadz. Jazakumullah

Nisa
Alamat: Bengkulu Selatan
Email: nisa_mutmaixxxx@yahoo.com

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc. menjawab:

Terimakasih atas kepedulian anda menanyakan hukum syariat tentang masalah anda, semoga Allah selalu membimbing anda meniti jalan-Nya yang lurus, amin… Baca selanjutnya…

Apakah Benar Nadzar Tidak Mendatangkan Kebaikan?

Assalamu’alaikum. Ustadz, saya mau tanya tentang nadzar. Apakah benar Rasulullah pernah bersabda bahwa nadzar itu tidak mendatangkan kebaikan? Jazakallah 08572997xxxx
Jawab:

Wa’alaikumus salam

عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ نَهَى عَنِ النَّذْرِ وَقَالَ « إِنَّهُ لاَ يَأْتِى بِخَيْرٍ وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنَ الْبَخِيلِ ».

Dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bernadzar. Beliau bersabda, “Sesungguhnya nadzar itu tidak mendatangkan kebaikan. Nadzar hanyalah alat agar orang yang pelit mau beramal” (HR Bukhari no 6234 dan Muslim no 1639). Baca selanjutnya…